Surabaya, (23/12/2017) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bekerja sama dengan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengadakan acara kuliah tamu bertema “Peningkatan Karakter Anak Bangsa Melalui Sastra”. Narasumber adalah Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan. M. A. Guru Besar Universitas Negeri Surabaya. Acara dilakksanakan di  Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), di At-Tauhid Tower lantai 5.

Acara dibuka pukul 09.30 dan yang membuka acara adalah Wakil Dekan satu FKIP yaitu Drs. Yarno, M. Pd. Dilanjutkan dengan musikalisasi puisi dari semester lima mahasiswa PBSI, Drama semester satu mahasiswa PBSI, dan Penampilan tari dari semester tujuh mahasiswa PBSI. Lanjut acara inti kuliah tamu “Peningkatan Karakter Anak Bangsa Melalui Sastra”.

Acara dimoderatori oleh Dr. Ali Nuke Affandi, M.Si. dan dihadiri oleh  mahasiwa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia beserta para dosen.

Gambar: Prof. Dr. Setya Yuwana Menerangkan pentingnya karakter

Prof Setya Yuwana mengilustrasikan dalam memberi materi tentang sesosok Kancil. Kancil merupakan binatang yang pintar, cerdik, tapi licik. “Karakter si Kancil ini tidak cocok bagi guru,” ujarnya. Karakter si Kancil, menurut Prof Setya Yuwana lebih disukai atau lebih pantas dipakai oleh pengusaha atau politikus. “Seorang guru tidak pantas memerankan diri sebagai si Kancil. Sebab dia harus pintar dan bijak.

Prof Setya Yuwana mengkritik sikap orang Indonesia yang lebih senang mengadopsi pemikiran dari Barat tentang pendidikan karakter. Tokohnya  adalah Lickona dari Amerika Serikat.Di Indonesia saja banyak tokoh yang menginspirasi dalam pendidikan karakter yaitu Ki Hajar Dewantara, Kiai Ahmad Dahlan, dan Kiai Hasyim Asy’ari,.

Pada intinya dalam pembelajaran sastra banyak sekali mengandung nilai  karakter didalamnya. Acara ditutup pada pukul 12.00 dan pemateri minta diputarkan lagu Using berjudul Kelangan (Insani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *