Surabaya 30/12/2017, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyelenggarakan kuliah umum yang bersamaan langsung dengan pembinaan dosen sehingga seluruh dosen dilingkungan kampus UMSrabaya diinstruksikan wajib hadir dalam mensukseskan acara kuliah tamu dengan tema “Pendidikan Bela Negara di Kampus” pada tanggal 13 Desember 2017 di Gedung G lanta 6 UMSurabaya.

Acara dilaksanakan pada pukul satu siang yang dihadiri seluruh dosen dan perwakilan dari ormawa dengan varian acara yang disepakati, maka secara langsung sambutan diawali oleh Rektor UMSurabaya Dr.dr.Sukadiono,M.M. Dalam sambutannya beliau menyampikan bahwa segala yang dilakukan dikampus tentunya berkaitan dengan keilmiahan dan pasti mengikuti sesutu itu berdasarkan sumber aslinya alias bisa dipertanggung jawabkan, tuturnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di UMSurabaya itu menambahkan bahwa semakin banyak wawasan mahasiswa  semakain menjadi landasan khusus bagi mereka menjadi warga negara yang baik dan selalu membela negara mengharumkannya dengan berbagai upaya dan kreatifitasnya. Karena penanaman sejak dini berkaitan dengan nasionalisme atau yang sesuai dengan tema “bela negara di kampus” maka hal yang paling penting adalah memberi wawasan lebih kepada mahasiswa pentingnya menjadi warga negara yang baik dan selalu membela negaranya dari berbagai macam ancaman baik budaya maupun dari segi ideologi, tegasnya.

(Suasana kebersamaan Dr.dr.Sukadiono, MM, Drs.Muhammad Munir, Prof.Dr. Munir Mulkan, Dr.M.Ridlwan,M.Pd)

Ditengah – tengah acara kuliah tamu ini hadir pemateri Latnan Jendral TNI (Purn.) Drs. Muhammad Munir (Mantan waklil Kepala staf TNI angkatan darat). Dalam Kuliah tamu ini Muhammad Munir menyampikan bahwa garis besar bela negara yang dimaksud yaitu suatu bentuk keikutsertaan anak bangsa untuk membela negaranya atas serangan dari luar yang berkaitan dengan ancaman, tantangan dan lain sebagainya menjadi keharusan bagi anak muda, ujarnya. ‘

Munir melanjutkan kalau tanpa adanya sikap dan sifat yang kuat dalam diri anak bangsa tentunya tidak akan maksimal dalam kontek bela negara. Karena merujuk ke pasal 27 ayat 1 UUD 1945 “setiap warga negara berhak untuk bila negara. Sehingga yang menjadi pertanyaan kapan dilaksanakan?menurutnya yaitu proses pelaksanaan bela negara tentunya dilkukan bertahap tidak langsung sepenuhnya. Maka dalam konteks saat ini bagaimana keterkaitan dengan dengan PT atau Universitas? tentunya harus ada,Tegasnya.

keterkaitan atau kolaborasi bela negara dengan PT tentunya dapat menitik beratkan pada mahasiswa yang memilki jargon agent perubahan selalu kritis terhadap keadaan. Maka perguruan tinggi yang dimaksudkan adalah sebagai pencipta dan mendukung gagasan – gagasan baru yang nantinya merangsang, mendorong dan memplopori perubahan dan pembangunan bangsa dan negara, katanya.

Lalu materi yang kedua diisi oleh Nur Khulis Huda, M.Si, yang secara sederhana menyampaikan bahwa “Menjadi pemimpin untuk kelurga sakinah. Karena materi ini merupakan  permintaan untuk tidak menjadikan dari pimpinan yang gagap kurang cakap dalam kehidupan keluarga sehingga sangat penting harus ada manajemen kelurga digunakan dalam rangka menjadikan kelurga yang demokratis saling percaya, tuturnya. (Ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *