Monthly Archives: January 2018

FKIP Berpartisipasi dalam Pameran Perguruan Tinggi “Edu Fair 2018” Di Mojokerto

Category : berita

Surabaya, 26/01/2018. Untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap program-program pendidikan yang ada di Universitas Muhammadiyah Surabaya khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, secara berkala Panitia Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru  FKIP yang diketuai oleh Sandha Soemantri, S.Pd., M.Pd. bekerjasama dengan Lembaga Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB) Universitas Muhammadiyah Surabaya dalam beberapa pameran pendidikan yang diadakan di beberapa sekolah baik di dalam maupun luar kota.

Pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2018, Divisi Humas Panitia Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru  FKIP yaitu Lilik Binti Mirnawati, S.Pd.I., M.Pd dan Fajar Setiawan, M.Pd serta Devisi Humas dari Lembaga Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB) Universitas Muhammadiyah Surabaya berpartisipasi dalam memeriahkan pameran perguruan tinggi “Edu Fair 2018” yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Mojokerto yang  bertempat di gedung Astoria Mojokerto.

(Siswa Bertanya Terkait Program Study)

Dalam melakukan pameran pendidikan Devisi Humas P2MB FKIP bekerjasama dengan LIPMB Universitas dan beberapa Humas Fakultas. Booth/Stand Universitas Muhammadiyah Surabaya selalu ramai dikunjungi pengunjung. Ada ribuan pengunjung dari siswa/siswi SMA/SMK sederajat di kabupaten Mojokerto yang ingin mengetahui informasi mengenai jalur masuk Universitas Muhammadiyah Surabaya, khususnya pada Program Studi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

(Tim Humas Menjelaskan Jalur Masuk UMSurabaya)

Program Studi yang ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya diantaranya, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Studi PG PAUD, dan Program Studi PGSD. Program Pendidikan yang ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya terdiri dari dua program kelas, yaitu kelas reguler pagi dan kelas reguler sore. (Mir)

 

 


Mahasiswa FKIP Terima Penghargaan dari Thailand

Category : berita

Surabaya, 24/01/2018. Universitas Muhammadiyah Surabaya patut berbangga. Pasalnya, salah satu mahasiswa menerima penghargaan Dinas Pendidikan Provinsi Yala, Thailand. Piagam penghargaan itu diserahkan pada 18 Januari 2018.

Mahasiswa yang membawa harum nama pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya itu adalah Dafir Hisabah. Dia merupakan salah satu di antara mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UM Surabaya yang melakukan PPL dan KKN di Thailand selatan tersebut. Kegiatan PPL dan KKN itu sendiri diadakan selama 3 bulan. Yakni, mulai 5 November 2017 hingga 24 Januari 2018.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Dinas Pendidikan Pusat 1 Provinsi Yala Datuk Jirayut. Dalam penyerahan penghargaan itu, Datuk Jirayut didampingi Kepala Santi Wittaya School Mr. Phaiboon Damsamut.

Pemberian vandel kepada Kepala Santi Wittaya School Mr. Phaiboon Damsamut.

Dalam sambutannya Jirayut  berpesan agar mahasiswa terus bersemangat mencari ilmu dan mengabarkan suatu ilmu. Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia dan Thailand menjalin hubungan yang baik. “Jangan sampai ternodai. Mari kita saling menjaga,” imbuhnya.

Dafir menerima penghargaan itu karena dinilai sangat membantu dalam melatih budak (murid) Santi Wittaya School. Di sekolah itu Dafir melaksanakan PPL bersama dengan Suyitno, mahasiswa STKIP Sumenep.

Dafir yang asal Kangean, Madura, itu tidak pernah menyangka akan mendapatkan penghargaan. Sebab, selama di Thailand dirinya hanya fokus pada tujuan awal, menjalankan program yang telah dirancang dan disepakati dalam PPL dan KKN. “Waktu itu, saya terkejut pas dipanggil oleh pusat pendidikan. Saya berpikir ada yang salah pada diri saya atau teman saya, Suyitno. “Eh, sampai di sana malah dikasih penghargaan. Alhamdulillah, ini kian memotivasi saya untuk terus menimba ilmu dan mengamalkannya,” katanya.

Selain menerima penghargaan, Dafir juga menyerahkan vandel UMSurabaya kepada sekolah tempat dia PPL. Suvenir diterima langsung oleh Mr. Phaiboon Damsamut pada saat pelepasan mahasiswa PPL dan KKN di Thailand selatan tersebut. (yar)


Meningkatkan Kualitas Lulusan FKIP UMSurabaya Kerja Sama dengan UAD dan Unismuh

Category : berita

Surabaya, 09/01/2018. FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya berhasil menambah kerja sama dengan institusi lain. Bahkan, kali ini dilakukan dua kerja sama sekaligus. Yaitu, dengan FKIP Universitas Ahmad Dahlan dan FKIP Unismuh Makassar. Penandatanganan Memorandung of Agreement (MOA) tersebut dilakukan di sela-sela Workshop Pengelolaan PPG Bersubsidi dan Mandiri serta pengembangan LPTK PTM, di Hotel Swiss Belinn, Jakarta, Rabu dan Kamis (3-4/1/2018).

Naskah MOA pertama ditandatangani Dekan FKIP UMSurabaya Endah Hendarwati, S.E., M.Pd. dan Dekan FKIP UAD Dr. Trikinasih Handayani, M.Si. pada hari Kamis (4/1/2018). Sedangkan naskah kerja sama kedua ditandatangani bersama dengan Dekan FKIP Unismuh Makassar Erwin Akib, M.Pd., Ph.D. sehari sebelumnya.

(Dekan FKIP UM Surabaya, Dekan FKIP Unismuh )

Endah mengungkapkan, kerja sama itu untuk meningkatkan kualitas lulusan agar sesuai dengan kualifikasi dunia kerja. ”Karena itu, FKIP UMSurabaya terus meningkatkan kualitas lulusan. Salah satunya mengembangkan kerja sama dengan institusi mitra, baik di dalam maupun di luar negeri,” katanya.

Dia mengharapkan kerja sama dengan institusi mitra tersebut dapat saling memengaruhi di berbagai bidang, mulai peningkatan kualitas akademik, joint  riset, dan sumber daya lainnya. Apalagi, kompetisi antarinstitusi pendidikan tinggi dan tuntutan dunia kerja dalam memilih SDM semakin ketat. Bila tidak mampu bekerja sama dengan institusi lain, suatu perguruan tinggi akan tertinggal.

Endah menambahkan, banyak akan bisa dilakukan dari kerja sama tersebut. ”Sasaran MOA ini, antara lain, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dalam kuliah umum, riset dan publikasi bersama, workshop dan seminar, baik nasional maupun internasional,” ujarnya. Sasaran lain adalah kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Program Studi, peningkatan SDM, dan kegiatan insindental lain.

Penandatanganan nota kesepahaman itu juga disambut baik oleh Unismuh dan UAD. Mereka berjanji segera ada tindak lanjut berdasarkan poin-poin yang telah disepakati. ”Insya Allah akan diwujudkan dalam wujud implementasi program, sesuai dengan butir butir dalam naskah MoU,” ungkap Erwin.

Penandatanganan MoA itu disaksikan oleh Ketua ALPTK PTM Indonesia Prof. Harun Joko. Dekan FKIP UMS Surakarta itu juga menyambut gembira adanya berbagai kerja sama di antara perguruan tinggi, sehingga kedepannya memilki sinergi antar perguruan tinggi dalam rangka meningkat kualitas lulusan terbaik. (Yar)

 


Mahasiswa UMSurabaya Nikmati Tahun Baru di Songkhla

Category : berita

Surabaya 02/01/2017. Suasana Konsul Jenderal Republik Indonesia di Songkhla sangat meriah. Sekitar 80 mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia berkumpul di sana. Mereka berasal dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, STKIP Sumenep, Ibnu Khaldun, dll. Saat ini mereka menjalani program magang di Thailand selatan tersebut.

Keberadaan para mahasiswa di Konjen itu untuk memenuhi undangan Konjen Songkhla Triyogo Jatmiko. “Para mahasiswa bisa silaturahmi sekaligus menikmati tahun baru di sini,” ujar Triyogo. Acara itu juga digunakan untuk penyampaian berbagai informasi dari Konjen.

Para mahasiswa tinggal di KJRI Songkhla selama 3 hari. Yakni, mulai 30 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.UMSurabaya sendiri kali ini mengirimkan 17 mahasiswa. Mereka berasal dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris serta Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP. Selain itu, mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam. Para mahasiswa semester VII tersebut magang di sekolah dan pondok pesantren di Provinsi Yala, Pattani, dan Yaha. Bahkan, ada yang diminta mengajari para pegawai diknas pendidikan di Yala. “Saya diminta oleh Pak Bupati Yala,” ujar Reyna tentang tempat magangnya itu.

Mahasiswa UMSurabaya foto bersama di depan papan nama Konsulat RI di Songkhla

Triyogo menjelaskan bahwa mahasiswa magang memiliki peran strategis. “Anda bisa mengembangkan ilmu, memberikan inspirasi, sekaligus model bagi masyarakat dan anak-anak Thailand,” ujarnya. Dari situ diharapkan kian banyak warga Thailand yang bersekolah ke Indonesia.

Triyogo tidak lupa memberikan nasihat. “Jangan sampai Anda datang bersepuluh, pulang tinggal sembilan. Kalau pulang jadi 12 orang malah boleh,” tambahnya.  Maksudnya, para mahasiswa harus bisa menjaga diri selama melaksanakan program PPL dan KKN tersebut.

lebih lanjut ia menyampaikan kepada para mahasiswa diharapkan juga segera memberi tahu apabila menghadapi masalah. Dengan demikian, dia dapat membantu mencarikan solusinya. “WA saya terbuka 24 jam,” ujar Triyogo. (Yar)