Out Class Learning Mahasiswa PGSD FKIP UMSurabaya

Out Class Learning Mahasiswa PGSD FKIP UMSurabaya

Category : berita

Berbicara tentang pembelajaran mulai dari pendekatan, model, metode dan strategi seolah tidak ada habisnya. Hal tersebut karena pembelajaran bersifat progresif mengikuti perkembangan waktu, teknologi, dan ilmu. Lahirnya berbagai macam model, metode, dan strategi baik yang bersifat baru dan pengembangan seyogyanya bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dibarengi dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi yang mendampinginya. Salah satu aplikasi pembelajaran yang dilaksanakan di Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) adalah melaksanakan pembelajaran diluar kelas atau lebih dikenal dengan metode belajar observasi langsung atau lebih mudahnya disebut dengan out class learning. Pembelajaran ini dilaksanakan guna memberikan pengalaman bagi seorang calon guru sekolah dasar untuk  dapat merancang, melaksanakan, mengobservasi pembelajaran, hingga proses evaluasi pembelajaran di luar kelas. Selama ini setiap sekolah sering melaksanakan study tour dengan maksud menambah pengalaman siswa diluar kelas namun hal yang terjadi malah bersifat wisata semata. Padahal jika dilihat arti dari study tour adalah belajar sambal bermain. Ada fungsi belajar disana bukan hanya bermain atau wisata, sehingga tidak ada pernambahan kognitif siswa setelah melaksanakan study tour.

Mahasiswa PGSD Semester 5 FKIP UMSurabaya sedang Melakukan Out Class Learning di Kebun Binatang Surabaya

Harapannya dengan pelaksanaan pembelajaran ini mahasiswa lulusan PGSD UMSurabaya memiliki kemampuan mumpuni dalam kegitan pelajaran baik di dalam dan luar kelas, sehingga tujuan pembelajaran yang ingin dicapai terpenuhi. Kali ini yang melaksanakan pembelajaran out class adalah matakuliah Pembelajaran IPA di SD yang di ampu oleh Ibu Meirza Nanda Faradita., S.Pd., M.Pd. Simulasi pembelajaran dilaksanakan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) melalui metode simulasi. Setiap mahasiswa diminta untuk membuat rancangan pembelajaran out class lengkap dengan lembar observasi dan evaluasi. Beberapa mahasiswa dipih untuk simulasi menjadi guru dan siswanya seimualasi menjadi siswa. Pembelajaran nampak hidup dan menyenangkan terlebih antusias mahasiswa belajar di luar kelas ternyata juga cukup tinggi. Maka pembelajaran Out Class ini juga menjadi ciri dari mahasiswa PGSD UMSurabaya yang mampu merancang pembelajaran dilengkapi dengan lembar observasi untuk guru dan siswa hingga evaluasi. (Fitroh Setyo Putro Pribowo)


Leave a Reply