Monthly Archives: August 2019



Rakernas Asosiasi LPTK Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Category : Berita

Rakernas ALPTK PTM merupakan agenda tahunan yang pada tahun lalu FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi Co-Host atau panitia penyelenggara. Tahun ini Rakernas dilaksanakan di hotel Arya Duta Makasar tanggal 6 – 8 Agustus 2019. Kegiatan ini selain sebagai pertemuan rutin membahas perkembangan dan visi LPTK PTM juga disertai dengan international seminar dengan tajuk The 4th Progresive and Fun Eductional Confrence dengan luaran scopuss dan tomphson.

Pada kegiatan ini program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)  Fakultas kegurun dan ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) menjadi salah satu peserta yang mewakili fakultas bersama dengan prodi lain yang ada di lingkungan FKIP UMSurabaya. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan dikediaman walikota makasar, selain itu Prof. Dr. Joko Harun P selaku ketua Asosiasi menyampaikan laporan kegiatan dalam 1 tahun berjalan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Prof Dr. Muhajir Efendi., MAP dan Dirjen GTK sebagai pengguna lulusan LPTK. Dalam sambutannya Menteri pendidikan RI merespon pertanyaan peserta Rakernas terkait menurunnya jumlah minat masyarakat terhadap LPTK dengan asumsi diakbiatkan moratorium penerimaan PNS yang Panjang. Dalam keterangannya Menteri pendidikan RI berpesan pada LPTK khususnya LPTK PTM bahwa tujuan utamanya adalah mencetak guru untuk sekolah Muhammadiyah dan menjadi edupreneur atau entrepreneur dalam bidang pendidikan.

Melanjutkan sambutannya Menteri pendidikan RI menyampaikan bahwa jumlah lulusan LPTK dengan kebutuhan guru setiap tahun tidak berimbang. Dalam setiap tahun LPTK seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta mencetak kurng lebih 400.000 lulusan sedangkan kebutuhan guru setuiap tahun tidak lebih dari 150.000 guru. Jika LPTK PTM mencetak guru yang focus menjadi guru PNS maka LPTK PTM membantu menyumbang permasalahan demikian paparnya. Untuk itu LPTK PTM harus lebih dan LPTK lain. Lebih dalam hal ini adalah mampu mencetak lulusan yang memiliki kemampuan enterpeneur tinggi dibidang pendidikan khususnya manajemen sekolah. Lulusan LPTK PTM bukan hanya mampu menjadi guru,namun juga harus mampu membuat sekolah yang berkualitas sendiri, mandiri, dan leading.

Salah satu langkah yang dapat ditempuh oleh LPTK PTM untuk menuju hasil tersebut adalah program studi harus berani merubah kebiasaan lama. Kebiasaan lama yang dimaksud salah satunya adalah tugas akhir mahasiswa kalau bisa bukan hanya skripsi namun harus berbasis proyek yan gdikerjakn secara berkelompok. Proyek yang dimaksud adalah kelompok mhasiswa dalam tugas akhir merancang proyek sebuah sekolah dengan sistem dan manajemen tertentu serta menarik untuk pendidikan masa depan. Jika LPTK PTM berani maka lulusan PTK PTM akan memiliki nilai lebih. Tinggal pimpinan LPTK PTM berani atau tidak. Apalagi tidak dalam waktu yang lama PNS guru rencana akan ditiadakan dignti dengan PPK atau pegawai dengan perjanjian kerja demikian akhir sambutan Menteri pendidikan RI dalam Rakernas tersebut.

Menjadi PR besar memang ditengah melemahnya minat masyarakat terhadap LPTK untuk ditemukan jalan keluar supaya lulusan yang dihasilkan oleh LPTK tidak malah menambah beban pemerintah melainkan menjadi matahari disela cuaca yang sedang mendung yaitu lulusan yang memiliki kemampuan entrepreneur tinggi. Tantantannya adalah pimpinan fakultas dan program studi berani tidak untuk selangkah lebih depan. (Fitroh Setyo Putro Pribowo)