Pendampingan Pkm Olahan Mbote Talas Berbasis Online Di Dusun Mangunrejo Wonosalam Jombang

Pendampingan Pkm Olahan Mbote Talas Berbasis Online Di Dusun Mangunrejo Wonosalam Jombang

Category : Berita

Surabaya, 5/10/2019, timpe pelaksana program kemitraan masyrakat yang langsung dikoordiner oleh Asy’ari, S.Pd.,M.Pd dan Ratno Abidin, S.Pd.,S.Pd dibantu oleh 2 mahasiswa Aisyaturra Rodhiyah dan Wildhatus Sholihah R. Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya. Tim pelaksana melakukan pendampingan secara langsung memberikan keterampilan pada olahan mbote talas dengan peralatan yang diberikan mulai dari pengupas mbote, alat goreng, alat pengering minyak, alat press kemasan sebagai persiapan produksi olahan mbote talas seacara higenis dan rasa khas mbote,

Gambar 1. Rencana Pelaksanaan PKM dan Pemberian Alat Produksi

Program Kemitraan kepada masyarakat di Wonosalam dipilih sebagai mitra karena sangat potensial untuk dikembangkan. Potensi Wilayah Kecamatan Wonosalam Dusun Mangunrejo memang sangat relatif banyak produk yang perlu dikembangkan. Dari lingkungan yang menjadi pusat wisata yang mulai dikembangkan maka camilan has wonosalam juga harus bisa diangkat terutama mbote talas yang sebagian orang kurang paham cara mengolah yang tepat untuk menjadi produk bernilai ekonomis. Dengan banyaknya tempat wisata di Wonosalam maka potensi camilan wonosalam menjadi bagian yang harus diupayakan termasuk mbote talas dapat diolah menjadi camilan dengan rasa yang has dan renyah. Wonosalam dengan wilayahnya setrategi menjadikan ruang kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi yang sehingga bernilai ekonomis.

Usaha kipik mbote talas Ibu Kasmi ini menjadi usaha rumahan yang sebelumnya masih relatif kecil dengan produksi manual dengan kapasitas kurang lebih 15 kg perhari produksi dan tergantung pesanan yang kadang relatif banyak. Usaha ini dimulai oleh bu Kasmi berkisaran 2009, yang dirintis secara terus menerus oleh keluarga Ibu Kami sendiri bersama suaminya. Dengan daya upaya yang dilakukan Ibu Kasmi ini mbote karyanya dapat bertahan sampai sekarang. Namun inovasi kripik mbote talas yang diberikan oleh tim PKM ini akan lebih disukai banyak orang dapat dinikmati kerenyahannya dan lebih menarik kemasannya. Olahan keripik mbote talas selain lebih higienis dan menarik, hal ini merupakan jajanan atau camilan dengan harga terjangkau yang merupakan camilan tidak bisa terlupakan oleh banyak orang sehingga keripik mbote talas merupakan salah satu camilan khas yang berasal dari talas. Mbote menjadi camilan sehari-hari yang dikonsumsi oleh banyak kalangan. Mbote dapat dimanfaatkan sebagai camilan khas yang gurih bercita rasa tinggi dan dapat dimakan melalui nasi sebagai lauk.

Gambar 2. Pembuatan Olahan Mbote Talas Wonosalam

Pada program PKM ini ketua tim pelaksana menyampaikan terkait dengan program yang akan dilaksanaakan selama alokasi waktu yang ditentukan. Dalam olahan khas olahan womosalam harus ada terobosan baru agar dapat dikenal oleh banyak orang. Ketika dilihat secara langsung wilayah di Wonosalam banyak potensi yang dapat dikembangkan ke permukaan terutama mbote talas. Masyarakat mengenal mbote talas sebagai makanan yang kadang digodok dan salah satunya dibuat kripik  yang bisa buat camilan sehari-hari. Pada program yang dilaksanakan ini fokus mengembangkan olahan mbote talas sebagai khas camilan Wonosalam Jombang.

Selama pelaksanaan Pendampingan Program Kemitraan Masyarakat oleh tim pelaksana dan didampingi oleh mahasiswa memberikan edukasi kepada mitra sehingga lebih produktif dari sebelumnya. Dalam melakukan pendampingan tim pelaksana menyiapkan semua alat dan bahan dalam proses produksi olahan mbote talas. Dari sekian banyak mbote talas yang disiapkan untuk diolah menggunakan alat seperti alat pemotong atau pengupas, tempat masak, pengering minyak dan alat press kemasan. Lalu di proses sesuai dengan prosedur dan rasanya disesuikan dengan kebutuhan custamer dengan kemasanan yang relatif menarik dan di sukai oleh costumer.

Untuk membuat talas lebih enak, menarik, dan lebih banyak diminati oleh banyak orang maka diinovasikan menyadi kripik mbote talas sesuai dengan selera masyarakat umumnya yaitu rasa yang di siapkan mulai dara rasa original, rasa balado dan rasa sapi panggang. Membut tanaman talas yang sebelunya biasa-biasa saja didesain menjadi lebih nikmat dan disukai banyak orang yaitu dengan cara diinovasikan menjadi kripik mbote dengan rasa original yang memberikan rasa khas renyah untuk dikonsumsi. Disisi yang lain inovasi kripik mbote talas ini akan lebih disukai banyak orang karena kerenyahannya dan lebih higienis, dengan harga yang lebih terjangkau oleh para custamer. Pengembangan produk olahan mbote talas ini di lakukan di mitra Ibu Kasmi Dusun Mangunrejo Desa Carangwulung Wonosalam Jombang Provinsi Jawa Timur.

Gambar 3. Proses Penjualan dengan Para Customer

Dalam pemasarannya terdiri dari dari online  dan Offline dengan varian kemasan yang disesuaikan dengan selera custumer. Pamasaran di online di tawarkan melalui facebook, Instagram dan shopee dengan tampilan yang disesuaikan dengan kondisi kekinian dan diberi deskripsi yang memicu warganet bisa tertarik dengan olahan mbote talas. Kemudian yang offline dilakukan dibeberapa toko dengan diberi wada dan pajang yaitu seperti di kantin, warung makan dan lain-lain. Pada saat ketika pemberdayaan di lingkungan mitra untuk mengenalkan pemasaran online maka dilakukan penyuluhan kepada masyarakat oleh tim pelaksana bersama mahasiswa yang membantu mengkoordiner masyarakat dalam rangka memberikan edukasi mengenala pemasaran online diera revolusi industri 4.0 saat ini.

Pada saat pendampingan melalui pemasaran online yang langsung dipandu oleh pemateri Dziky Ghifary Farhani General Marketing Green Angelica dengan penghasilan diatas 50 juta sebulan langsung memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana memahami pemasaran online dan mempraktekkan secara langsung sesuai dengan arahan pemateri di Hp peserta masing-masing yang didampingi juga oleh tim pelaksana dan mahasiswa. Karena dengan pemasaran online produk yang ditwarkan tidak hanya secara lokal tapi bisa-bisa skala nasional. Karena dieara saat ini pemasaran seacara online lebih simpel dan banyak diminati oleh beberapa custamer.

Gambar 4. Pelatihan Produk Online Bersama Masyarakat Wonosalam

Pendamangan program kemitraan masyarakat olahan mbote talas bebarangan dengan program KKN Regoler yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Surabaya di kecamatan Wonosalam dibeberapa kelurahan sehingga program kemitraan masyarakat ini dibantu oleh mahasiswa prodi pendidikan biologi yang melakukan KKN di daerah mangunrejo. Sehingga sangat dekat dekat dengan program kemitraan yang tim pelaksana kerjakan. Kemudian selama melakukan pendampingan dibantu oleh mahasiswa mulai dari mengupas, mencuci, menyayat tipis-tipis melalui alatnya, menggoreng, memasukkan kedalam pengering endapan minyak dan pengemasan sehingga sangat lebih maksimal pendampingan yang dilakukan (Tim Pelaksana).


Leave a Reply