By : admin

Bung Karno pernah berujar bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. Beliau menyebut “ jangan sekali – kali melupakan sejarah “. Hal tersebut menjadi triger bahwa kemerdekaan dan kebebasan yang sekarang kita nikmati adalah hasil jerih dan susah payah para pahlawan yang berjuang pada zamannya. Oleh karea itu sepatutnya kita sebagai penerus bangsa harus mengisi kemerdekaan ini sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab masing – masing secara maksimal seperti yang pernah dilakukan para pahlawan kemerdekaan Indonesia masa sebagai bentuk cinta terhadap tanah air.
Dalam orientasi pendidikan, sudah seharusnya rasa cinta tanah air tertanam dengan kuat pada diri masing – masing siswa. oleh karea itu lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar dalam penciptaan kondisi itu. Prodi Pendidikan guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki luaran utama sebagai calon pendidik ( guru ) pada lulusannya memiliki kewajiban untuk menanamkan rasa cinta pada tanah air kepada para mahasiswanya dengan harapan nantinya perasaan tersebut juga akan mereka tanamkan pada siswa mereka masing – masing dikemudian hari.

Menyambut hal di atas pada tanggal 12 Nopember 2019 Himpunan Mahasiswa PGSD (HIMAPSDA) Universitas Muhammadiyah Surabaya bekerjasama dengan prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember dengan tema menjadi pahlawan untuk sesama. Kegiatan tersebut diisi dengan beberapa lomba yang manrik bagi mahasiswa. Selain itu pada pembukaan kegiatan diputarkan kembali rekaman pidato Bung Tomo pada saat membakar semangat “ Arek – Arek Suroboyo “ dalam mempertahankan kemerdekaan. Selain itu nyanyian gugur bunga dan doa bagi pahlawan dilantunkan bersama pada pembukaan acara tersebut.

Acara dilanjutkan dengan beberapa lomba yang diinisiasi oleh panitia yaitu: (1) lomba selfie busana bertema pahlawan, (2) lomba baca puisi tema pahlwan, dan (3) lomba yel yel masing – masing kelas. Menjadi menarik perhatian bagi civitas akademika kampus lainnya karena biasanya kegitan semacam ini dilakukan di sekolah – sekolah setingkat SD – SMA dan jarang sekali lembaga pendidikan setingkat perguruan tinggi melaksanakan kegiatan ini. Apalagi diisi dengan kegiatan yang telah dsebutkan di atas mahasiswa terlihat semakin semangat walaupun saat kegiatan gerimis sempat mengguyur tempat kegiatan namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka.


Dalam sambutannya sebelum menutup acara Kaprodi PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi kegiatan tahunan namun dengan konsep yang berbeda – beda setiap tahunnya. Karena kegiatan ini juga masuk dalam kriteria penumbuhan sikap kecendekiawanan mahasiswa dan bersifat positif disela – sela era Distrupsi revolsi industri 4.0 ini. Acara ini menjalin keakraban dan kebersamaan yang sementara ini mulai terkikis dengan mewabahnya media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *