By : admin

Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/konteks lainnya.

Pembelajaran ini sebenarnya memberikan pengalaman langsung kepada siswa karena mereka terlibat secara intelektual dan psikis mengikuti proses pembelajaran. Jika menelisik pendapat Piaget dan Landa sebagai pencetuk pembelajaran humanistik, maka jika siswa mampu belajar dengan sepenuhnya melibatkan psikis dan intelektual maka hasil belajar akan bisa tersimpan di bagian otak yang disebut long therm memory, sehingga pembelajaran akan benar-benar dipahami siswa karena kebermaknaannya. Namun akhir-akhir ini masyarakat pendidikan disibukkan dengan membuat dunia baru. Maksud dunia baru adalah menciptakan sebuah media yang bisa dengan mudah digunakan untuk menyampaikan materi.

Media pembelajaran sangat baik namun jika materi ada dilingkungan sekitar, mudah di temui, dan aman maka seharusnya kita langsung pergunakan lingkungan tersebut sebagai lingkungan belajar siswa. maka belajar bisa dimana saja tidak harus dibatasi dengan dinidng tembik kelas. Piramida pengetahuan Edgar Dale juga mneyebutkan jika media kontekstual atau pembelajaran kontekstual dapat memberikan pengalaman paling baik untuk siswa.

Mengaplikasikan beberapa teori di atas, maka salah satu model pembelajaran yang digunakan di prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya adalah menggunakan pembelajaran CTL. Matakuliah yang baru-baru ini menggunakan pendekatan tersbeut adalah matakuliah pendidikan seni rupa yang diampu oleh Ibu Meirza Nanda Faradita. Pada pokok bahasan seni batik tulis mahasiswa di ajak langsung mempelajari bagaimana cara dan tekhnik membtik di kampung batik Jetis Sidoarjo. Pengajarnya adalah owner dari rumah batik tersebut yang pastinya memiliki segudang pengalaman terkait batik tulis. Terlihat mahasiswa sangat berantusias mengikuti matakuliah dengan pendekatan ini. Mereka juga sangat antusias mendengarkan dan langsung melakukan workshop dirumah batik tersebut. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi untuk seluruh pendidik jika ingin mengajarkan materi yang substansi materinya sebenarnya ada dilingkungan yang mudah diperoleh, murah, mudah, dan aman maka sebaiknya siswa bisa diajak untuk belajar secara kontekstual (Fitroh Setyo Putro Pribowo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *