PENDAFTARAN UJIAN PROPOSAL SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UMSURABAYA SEMESTER GASAL 2019/2020

Category : Pengumuman

Kepada Mahasiswa PBSI FKIP UMSurabaya Angkatan 2016

Assalamualaikumwr. wb.

Sehubungan dengan akan diselenggarakannya ujian proposal skripsi, kami umumkan bahwa:

  1. Pendaftaran ujian proposal secara daring dapat dilakukan pada 21 s.d. 27 Januari 2020 melalui link https://forms.gle/kHxHYiRfJabAcQEn6
  2. Ujian proposal dilakukan pada 30 dan 31 Januari 2020
  3. Syarat pendaftaran ujian proposal skripsi sebagai berikut:
  4. Proposal telah disetujui dosen pembimbing 1 dan 2
  5. Proposal lolos cek plagiasi dari FKIP maksimal 20%
  6. Proposal diserahkan ke kantor prodi PBSI/Sekprodi (salinan 2 rangkap mulai dari bab 1 hingga bab 3) pada pukul 08.00 s.d. 15.00 WIB
  7. Batas maksimal pengumpulan syarat nomor (b) dan (c) pada 27 Januari 2020

Atas perhatian Saudara, kami sampaikan terimakasih.

Wassalamualaikumwr. wb.

Kaprodi,

R. PanjiHermoyo, S.Pd., M.Pd.



Belajar Membatik di Kampung Batik

Category : Pengumuman

Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/konteks lainnya.

Pembelajaran ini sebenarnya memberikan pengalaman langsung kepada siswa karena mereka terlibat secara intelektual dan psikis mengikuti proses pembelajaran. Jika menelisik pendapat Piaget dan Landa sebagai pencetuk pembelajaran humanistik, maka jika siswa mampu belajar dengan sepenuhnya melibatkan psikis dan intelektual maka hasil belajar akan bisa tersimpan di bagian otak yang disebut long therm memory, sehingga pembelajaran akan benar-benar dipahami siswa karena kebermaknaannya. Namun akhir-akhir ini masyarakat pendidikan disibukkan dengan membuat dunia baru. Maksud dunia baru adalah menciptakan sebuah media yang bisa dengan mudah digunakan untuk menyampaikan materi.

Media pembelajaran sangat baik namun jika materi ada dilingkungan sekitar, mudah di temui, dan aman maka seharusnya kita langsung pergunakan lingkungan tersebut sebagai lingkungan belajar siswa. maka belajar bisa dimana saja tidak harus dibatasi dengan dinidng tembik kelas. Piramida pengetahuan Edgar Dale juga mneyebutkan jika media kontekstual atau pembelajaran kontekstual dapat memberikan pengalaman paling baik untuk siswa.

Mengaplikasikan beberapa teori di atas, maka salah satu model pembelajaran yang digunakan di prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya adalah menggunakan pembelajaran CTL. Matakuliah yang baru-baru ini menggunakan pendekatan tersbeut adalah matakuliah pendidikan seni rupa yang diampu oleh Ibu Meirza Nanda Faradita. Pada pokok bahasan seni batik tulis mahasiswa di ajak langsung mempelajari bagaimana cara dan tekhnik membtik di kampung batik Jetis Sidoarjo. Pengajarnya adalah owner dari rumah batik tersebut yang pastinya memiliki segudang pengalaman terkait batik tulis. Terlihat mahasiswa sangat berantusias mengikuti matakuliah dengan pendekatan ini. Mereka juga sangat antusias mendengarkan dan langsung melakukan workshop dirumah batik tersebut. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi untuk seluruh pendidik jika ingin mengajarkan materi yang substansi materinya sebenarnya ada dilingkungan yang mudah diperoleh, murah, mudah, dan aman maka sebaiknya siswa bisa diajak untuk belajar secara kontekstual (Fitroh Setyo Putro Pribowo).


GEMARA 2019

Category : Pengumuman

Ada sesuatu yang menarik jika melihat sejarah di Indonesia. Dimulai tanggal 28 Oktober 1928 dimana pemuda-pemuda di seluruh penjuru negeri berkumpul untuk melahirkan Sumpah Pemuda, disanalah salah satu awal persatuan bangsa Indonesia. Dilanjutkan pada tanggal 16 Agustus 1945 dimana perseteruan kaum muda dan tua dalam memutuskan kemerdekaan Indonesia hingga mucullah persitiwa rengas dengklok yang diinisisasi oleh para pemuda sebagai embrio kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Dilanjutan dengan inisiasi pemuda dalam trikora, dan yang terakhir adalah reformasi 1998. Sejarah mencatat peran pemuda sangat penting dalam progresivitas perkembangan negara.

Berangkat dari hal di atas Himpunan Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya (HIMASDA) UMSurabaya melaksanakan Gemara 2019. Acara ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk mahasiswa baru dengan tujuan pembentukan karakter kebangsaan dan karakter kepemimpinan. Gemara 2016-2018 dilaksanakan di Pacet dan Trawas Mojokerto namun ada pelaksanaan kali ini dilaksanakn di sebuah Vila di Wonosalam Jombang.

Acara dibuka dengan materi kepemimpinan oleh Ka HIMA PGSD Muh. Fajar Gemilang untuk memberikan wawasan kepada seluruh mahasiswa baru sebagai anggota himpunan baru yang nantinya pasti juga akan aktif dan berkiprah dalam organisasi tentang AD dan ART HIMAPSDA. Kegiatan tersebut dilaksanakn di ruang 1003 gedung At-Tauhid Tower UMSurabaya.

Acara dilanjut pada hari Sabtu 16 November 2019 di Jombang mahasiswa mengasah kemampuan bersosialisasi dan pengkarakteran mandiri dengan mengikuti beberapa rangkaian kegiatan diantaranya adalah : (1) materi “Guru Berkarakter di Era Milenial” oleh Kaprodi PGSD UMSurabaya, (2) malam inagurasi, (3) Ketangkasan dan OutBond. Acara ini setiap tahunnya dikemas dalam rangkaian kegiatan yang mendidik dan jauh dari kesan “bullying” yang biasanya diterima oleh para mahasiswa baru. Bahkan disini mereka semakin bisa mengakrabkan diri dengan para Senior dan semua peserta baik mahasisw abaru dan panitia sama-sama tinggal di barak yang teah disediakan oleh pihak Villa. Jadi tidak ada perbedaan antara peserta dan panitia karena sejatinya peserta dan panitia sama-sama belajar dalam hal ini begitu disampaikan oleh ketua panitia kegiatan.

Selain sebagai tempat pengkaderan organisasi mahasiswa, kegiatan GEMARA juga sebagai tempat sosialisasi kembali visi dan misi program studi yang dalam pencapaiannya harus melibatkan semua civitas kademika prodi PGSD UMSurabaya baik dari unsur ketua prodi, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh mahasiswa. Jadi dalam momen ini juga disampaikan strategi-strategi yang diterapkan prodi dan perlu kesiapan dan keaktifan dari mahasiswa dalam perencanaan dan pelaksanaannya kedepannya (Fitroh Setyo Putro Pribowo).


Menjadi Pahlawan untuk Sesama “Hari Pahlawan 10 November 2019”

Category : Pengumuman

Bung Karno pernah berujar bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. Beliau menyebut “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Hal tersebut menjadi triger bahwa kemerdekaan dan kebebasan yang sekarang kita nikmati adalah hasil jerih dan susah payah para pahlawan yang berjuang pada zamannya. Oleh karena itu sepatutnya kita sebagai penerus bangsa harus mengisi kemerdekaan ini sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab masing-masing secara maksimal seperti yang pernah dilakukan para pahlawan kemerdekaan Indonesia masa sebagai bentuk cinta terhadap tanah air.

Dalam orientasi pendidikan, sudah seharusnya rasa cinta tanah air tertanam dengan kuat pada diri masing-masing siswa. Oleh karena itu lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar dalam penciptaan kondisi itu. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki luaran utama sebagai calon pendidik (guru) pada lulusannya memiliki kewajiban untuk menanamkan rasa cinta pada tanah air kepada para mahasiswanya dengan harapan nantinya perasaan tersebut juga akan mereka tanamkan pada siswa mereka masing-masing dikemudian hari.

Mahasiswa PGSD Sedang Lomba Yel-Yel

Menyambut hal di atas pada tanggal 12 Nopember 2019 Himpunan Mahasiswa PGSD (HIMAPSDA) Universitas Muhammadiyah Surabaya bekerjasama dengan prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember dengan tema menjadi pahlawan untuk sesama. Kegiatan tersebut diisi dengan beberapa lomba yang manrik bagi mahasiswa. Selain itu pada pembukaan kegiatan diputarkan kembali rekaman pidato Bung Tomo pada saat membakar semangat “ Arek-Arek Suroboyo “ dalam mempertahankan kemerdekaan. Selain itu nyanyian gugur bunga dan doa bagi pahlawan dilantunkan bersama pada pembukaan acara tersebut.

Acara dilanjutkan dengan beberapa lomba yang diinisiasi oleh panitia yaitu: (1) lomba selfie busana bertema pahlawan, (2) lomba baca puisi tema pahlwan, dan (3) lomba yel yel masing-masing kelas. Menjadi menarik perhatian bagi civitas akademika kampus lainnya karena biasanya kegitan semacam ini dilakukan di sekolah-sekolah setingkat SD-SMA dan jarang sekali lembaga pendidikan setingkat perguruan tinggi melaksanakan kegiatan ini. Apalagi diisi dengan kegiatan yang telah dsebutkan di atas mahasiswa terlihat semakin semangat walaupun saat kegiatan gerimis sempat mengguyur tempat kegiatan namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka.

Dalam sambutannya sebelum menutup acara Kaprodi PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi kegiatan tahunan namun dengan konsep yang berbeda-beda setiap tahunnya. Karena kegiatan ini juga masuk dalam kriteria penumbuhan sikap kecendekiawanan mahasiswa dan bersifat positif disela-sela era Distrupsi revolsi industri 4.0 ini. Acara ini menjalin keakraban dan kebersamaan yang sementara ini mulai terkikis dengan mewabahnya media sosial (Fitroh Setyo Putro Pribowo).




Bersama Kemendikbud, Lembaga Pengelola Diklat FKIP UMSurabaya Menguatkan Kompetensi Kepemimpinan Kepala Sekolah

Category : Pengumuman

Demi mewujudkan potensi pemimpin kepala sekolah kabupaten Sampang, Madura, LDP FKIP UMSurabaya bersama Kemendikbud melaksanakan kegiatan diklat penguatan kepala sekolah kabupaten Sampang, Madura.

Dengan meningkatnya tuntutan profesionalisme kepala sekolah, LPD FKIP UMSurabaya bersama kemendikbud kembali hadir untuk melaksanakan diklat penguatan kepada sekolah kabupaten Sampang tahap II pada tanggal 30 September 2019- 7 Oktober 2019.

Kegiatan tahap II ini dibuka oleh Rektor UMSurabaya, Dr. dr. Sukadiono, MM secara langsung pada tanggal 30 September 2019 dan dihadiri oleh 160 kepala sekolah dari kabupaten Sampang. Tidak hanya itu, Wakil Rektor II UMSurabaya Dr. Ridlwan, M.Pd dan Ketua LPD sekaligus Dekan FKIP UMSurabaya Endah Hendarwati, S.E., M.Pd juga ikut serta menghadiri kegiatan pembukaan diklat penguatan tahap II.

Pada pidato pembukaan tahap II, Bapak Sukadiono menyampaikan informasi penting terkait 3 kompetensi unggu lseorang pemimpin yang berlaku bagi kepala sekolah. Pertama, kompetensi moral. Kompetensi ini berkaitan erat dengan sosok pemimpin yang harus dapat menjadi suri tauladan. Kepala sekolahdalam hal ini harus dapat dipercaya dan dijadikan contoh dalam setiap tindak tanduk tuturnya. Kedua, kompetensi intelektual yang berkaitan dengan wawasan pempimpin. Kepala sekolah sebagai seorang pempimpin wajib memiliki pengetahuan akademik dan kurikulum. Oleh karenanya, kepala sekolah wajib untuk banyak bergaul, membaca dan mendengarkan dari para kolegauntukmeningkatanwawasanakademikdankurikulumnya. Ketiga, kompetensi manajerial. Kompetensi inilah yang menjadi fokus diklat penguatan yang dilaksanakan LPD FKIP Surabaya. Kompetensi ini bertujuan untuk membangun kompetensi manajerial yang belum terasah. Sehingga, setelah kegiatan penguatan kepala sekolah ini selesai, kepala sekolah bisa mengatur institusi yang dipimpin secara baik.

Dalam akhir pidatonya, Bapak Sukadiono menyampaikan pesan kepada para kepala sekolah untuk melaksanakan kegiatan diklat secara serius namun santai. Beliau berharap setelah kegiatan diklat selesai, silaturahmi antar peserta diklat dan LPD UMSurabaya tetap terus terbangun dan Universitas Muhammadiyah Surabaya khususnya FKIP UMSurabaya siap untuk membuka kerjasama dengan para peserta diklat.


Pendampingan Guru Biologi MGMP Muhammadiyah Surabaya dalam Pemberdayaan Keterampilan Metakognitif

Category : Berita , Pengumuman

Kemampuan metakognitif merupakan kemampuan siswa dalam proses berprilaku (aktivitas) dan berpikir (proses mental) sehingga meningkatkan proses belajar dan memorinya. Hal tersebut menjadikan kemampuan metakognitif menjadi yang sangat penting dalam teori kognitif.

Oleh sebab itu, Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Dr. Lina Listiana, M.Kes. dengan anggota Ir. Ruspeni Daesusi, M.Kes dan Sandha Soemantri, S.Pd.,M.Pd melakukan melakukan diseminasi dan workshop pemberdayaan model pembelajaran keterampilan metakognitif.