PENDAFTARAN UJIAN PROPOSAL SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UMSURABAYA SEMESTER GASAL 2019/2020

Category : Pengumuman

Kepada Mahasiswa PBSI FKIP UMSurabaya Angkatan 2016

Assalamualaikumwr. wb.

Sehubungan dengan akan diselenggarakannya ujian proposal skripsi, kami umumkan bahwa:

  1. Pendaftaran ujian proposal secara daring dapat dilakukan pada 21 s.d. 27 Januari 2020 melalui link https://forms.gle/kHxHYiRfJabAcQEn6
  2. Ujian proposal dilakukan pada 30 dan 31 Januari 2020
  3. Syarat pendaftaran ujian proposal skripsi sebagai berikut:
  4. Proposal telah disetujui dosen pembimbing 1 dan 2
  5. Proposal lolos cek plagiasi dari FKIP maksimal 20%
  6. Proposal diserahkan ke kantor prodi PBSI/Sekprodi (salinan 2 rangkap mulai dari bab 1 hingga bab 3) pada pukul 08.00 s.d. 15.00 WIB
  7. Batas maksimal pengumpulan syarat nomor (b) dan (c) pada 27 Januari 2020

Atas perhatian Saudara, kami sampaikan terimakasih.

Wassalamualaikumwr. wb.

Kaprodi,

R. PanjiHermoyo, S.Pd., M.Pd.



Belajar Membatik di Kampung Batik

Category : Pengumuman

Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/konteks lainnya.

Pembelajaran ini sebenarnya memberikan pengalaman langsung kepada siswa karena mereka terlibat secara intelektual dan psikis mengikuti proses pembelajaran. Jika menelisik pendapat Piaget dan Landa sebagai pencetuk pembelajaran humanistik, maka jika siswa mampu belajar dengan sepenuhnya melibatkan psikis dan intelektual maka hasil belajar akan bisa tersimpan di bagian otak yang disebut long therm memory, sehingga pembelajaran akan benar-benar dipahami siswa karena kebermaknaannya. Namun akhir-akhir ini masyarakat pendidikan disibukkan dengan membuat dunia baru. Maksud dunia baru adalah menciptakan sebuah media yang bisa dengan mudah digunakan untuk menyampaikan materi.

Media pembelajaran sangat baik namun jika materi ada dilingkungan sekitar, mudah di temui, dan aman maka seharusnya kita langsung pergunakan lingkungan tersebut sebagai lingkungan belajar siswa. maka belajar bisa dimana saja tidak harus dibatasi dengan dinidng tembik kelas. Piramida pengetahuan Edgar Dale juga mneyebutkan jika media kontekstual atau pembelajaran kontekstual dapat memberikan pengalaman paling baik untuk siswa.

Mengaplikasikan beberapa teori di atas, maka salah satu model pembelajaran yang digunakan di prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya adalah menggunakan pembelajaran CTL. Matakuliah yang baru-baru ini menggunakan pendekatan tersbeut adalah matakuliah pendidikan seni rupa yang diampu oleh Ibu Meirza Nanda Faradita. Pada pokok bahasan seni batik tulis mahasiswa di ajak langsung mempelajari bagaimana cara dan tekhnik membtik di kampung batik Jetis Sidoarjo. Pengajarnya adalah owner dari rumah batik tersebut yang pastinya memiliki segudang pengalaman terkait batik tulis. Terlihat mahasiswa sangat berantusias mengikuti matakuliah dengan pendekatan ini. Mereka juga sangat antusias mendengarkan dan langsung melakukan workshop dirumah batik tersebut. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi untuk seluruh pendidik jika ingin mengajarkan materi yang substansi materinya sebenarnya ada dilingkungan yang mudah diperoleh, murah, mudah, dan aman maka sebaiknya siswa bisa diajak untuk belajar secara kontekstual (Fitroh Setyo Putro Pribowo).


GEMARA 2019

Category : Pengumuman

Ada sesuatu yang menarik jika melihat sejarah di Indonesia. Dimulai tanggal 28 Oktober 1928 dimana pemuda-pemuda di seluruh penjuru negeri berkumpul untuk melahirkan Sumpah Pemuda, disanalah salah satu awal persatuan bangsa Indonesia. Dilanjutkan pada tanggal 16 Agustus 1945 dimana perseteruan kaum muda dan tua dalam memutuskan kemerdekaan Indonesia hingga mucullah persitiwa rengas dengklok yang diinisisasi oleh para pemuda sebagai embrio kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Dilanjutan dengan inisiasi pemuda dalam trikora, dan yang terakhir adalah reformasi 1998. Sejarah mencatat peran pemuda sangat penting dalam progresivitas perkembangan negara.

Berangkat dari hal di atas Himpunan Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya (HIMASDA) UMSurabaya melaksanakan Gemara 2019. Acara ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk mahasiswa baru dengan tujuan pembentukan karakter kebangsaan dan karakter kepemimpinan. Gemara 2016-2018 dilaksanakan di Pacet dan Trawas Mojokerto namun ada pelaksanaan kali ini dilaksanakn di sebuah Vila di Wonosalam Jombang.

Acara dibuka dengan materi kepemimpinan oleh Ka HIMA PGSD Muh. Fajar Gemilang untuk memberikan wawasan kepada seluruh mahasiswa baru sebagai anggota himpunan baru yang nantinya pasti juga akan aktif dan berkiprah dalam organisasi tentang AD dan ART HIMAPSDA. Kegiatan tersebut dilaksanakn di ruang 1003 gedung At-Tauhid Tower UMSurabaya.

Acara dilanjut pada hari Sabtu 16 November 2019 di Jombang mahasiswa mengasah kemampuan bersosialisasi dan pengkarakteran mandiri dengan mengikuti beberapa rangkaian kegiatan diantaranya adalah : (1) materi “Guru Berkarakter di Era Milenial” oleh Kaprodi PGSD UMSurabaya, (2) malam inagurasi, (3) Ketangkasan dan OutBond. Acara ini setiap tahunnya dikemas dalam rangkaian kegiatan yang mendidik dan jauh dari kesan “bullying” yang biasanya diterima oleh para mahasiswa baru. Bahkan disini mereka semakin bisa mengakrabkan diri dengan para Senior dan semua peserta baik mahasisw abaru dan panitia sama-sama tinggal di barak yang teah disediakan oleh pihak Villa. Jadi tidak ada perbedaan antara peserta dan panitia karena sejatinya peserta dan panitia sama-sama belajar dalam hal ini begitu disampaikan oleh ketua panitia kegiatan.

Selain sebagai tempat pengkaderan organisasi mahasiswa, kegiatan GEMARA juga sebagai tempat sosialisasi kembali visi dan misi program studi yang dalam pencapaiannya harus melibatkan semua civitas kademika prodi PGSD UMSurabaya baik dari unsur ketua prodi, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh mahasiswa. Jadi dalam momen ini juga disampaikan strategi-strategi yang diterapkan prodi dan perlu kesiapan dan keaktifan dari mahasiswa dalam perencanaan dan pelaksanaannya kedepannya (Fitroh Setyo Putro Pribowo).


Menjadi Pahlawan untuk Sesama “Hari Pahlawan 10 November 2019”

Category : Pengumuman

Bung Karno pernah berujar bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. Beliau menyebut “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Hal tersebut menjadi triger bahwa kemerdekaan dan kebebasan yang sekarang kita nikmati adalah hasil jerih dan susah payah para pahlawan yang berjuang pada zamannya. Oleh karena itu sepatutnya kita sebagai penerus bangsa harus mengisi kemerdekaan ini sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab masing-masing secara maksimal seperti yang pernah dilakukan para pahlawan kemerdekaan Indonesia masa sebagai bentuk cinta terhadap tanah air.

Dalam orientasi pendidikan, sudah seharusnya rasa cinta tanah air tertanam dengan kuat pada diri masing-masing siswa. Oleh karena itu lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar dalam penciptaan kondisi itu. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki luaran utama sebagai calon pendidik (guru) pada lulusannya memiliki kewajiban untuk menanamkan rasa cinta pada tanah air kepada para mahasiswanya dengan harapan nantinya perasaan tersebut juga akan mereka tanamkan pada siswa mereka masing-masing dikemudian hari.

Mahasiswa PGSD Sedang Lomba Yel-Yel

Menyambut hal di atas pada tanggal 12 Nopember 2019 Himpunan Mahasiswa PGSD (HIMAPSDA) Universitas Muhammadiyah Surabaya bekerjasama dengan prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember dengan tema menjadi pahlawan untuk sesama. Kegiatan tersebut diisi dengan beberapa lomba yang manrik bagi mahasiswa. Selain itu pada pembukaan kegiatan diputarkan kembali rekaman pidato Bung Tomo pada saat membakar semangat “ Arek-Arek Suroboyo “ dalam mempertahankan kemerdekaan. Selain itu nyanyian gugur bunga dan doa bagi pahlawan dilantunkan bersama pada pembukaan acara tersebut.

Acara dilanjutkan dengan beberapa lomba yang diinisiasi oleh panitia yaitu: (1) lomba selfie busana bertema pahlawan, (2) lomba baca puisi tema pahlwan, dan (3) lomba yel yel masing-masing kelas. Menjadi menarik perhatian bagi civitas akademika kampus lainnya karena biasanya kegitan semacam ini dilakukan di sekolah-sekolah setingkat SD-SMA dan jarang sekali lembaga pendidikan setingkat perguruan tinggi melaksanakan kegiatan ini. Apalagi diisi dengan kegiatan yang telah dsebutkan di atas mahasiswa terlihat semakin semangat walaupun saat kegiatan gerimis sempat mengguyur tempat kegiatan namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka.

Dalam sambutannya sebelum menutup acara Kaprodi PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi kegiatan tahunan namun dengan konsep yang berbeda-beda setiap tahunnya. Karena kegiatan ini juga masuk dalam kriteria penumbuhan sikap kecendekiawanan mahasiswa dan bersifat positif disela-sela era Distrupsi revolsi industri 4.0 ini. Acara ini menjalin keakraban dan kebersamaan yang sementara ini mulai terkikis dengan mewabahnya media sosial (Fitroh Setyo Putro Pribowo).




Bersama Kemendikbud, Lembaga Pengelola Diklat FKIP UMSurabaya Menguatkan Kompetensi Kepemimpinan Kepala Sekolah

Category : Pengumuman

Demi mewujudkan potensi pemimpin kepala sekolah kabupaten Sampang, Madura, LDP FKIP UMSurabaya bersama Kemendikbud melaksanakan kegiatan diklat penguatan kepala sekolah kabupaten Sampang, Madura.

Dengan meningkatnya tuntutan profesionalisme kepala sekolah, LPD FKIP UMSurabaya bersama kemendikbud kembali hadir untuk melaksanakan diklat penguatan kepada sekolah kabupaten Sampang tahap II pada tanggal 30 September 2019- 7 Oktober 2019.

Kegiatan tahap II ini dibuka oleh Rektor UMSurabaya, Dr. dr. Sukadiono, MM secara langsung pada tanggal 30 September 2019 dan dihadiri oleh 160 kepala sekolah dari kabupaten Sampang. Tidak hanya itu, Wakil Rektor II UMSurabaya Dr. Ridlwan, M.Pd dan Ketua LPD sekaligus Dekan FKIP UMSurabaya Endah Hendarwati, S.E., M.Pd juga ikut serta menghadiri kegiatan pembukaan diklat penguatan tahap II.

Pada pidato pembukaan tahap II, Bapak Sukadiono menyampaikan informasi penting terkait 3 kompetensi unggu lseorang pemimpin yang berlaku bagi kepala sekolah. Pertama, kompetensi moral. Kompetensi ini berkaitan erat dengan sosok pemimpin yang harus dapat menjadi suri tauladan. Kepala sekolahdalam hal ini harus dapat dipercaya dan dijadikan contoh dalam setiap tindak tanduk tuturnya. Kedua, kompetensi intelektual yang berkaitan dengan wawasan pempimpin. Kepala sekolah sebagai seorang pempimpin wajib memiliki pengetahuan akademik dan kurikulum. Oleh karenanya, kepala sekolah wajib untuk banyak bergaul, membaca dan mendengarkan dari para kolegauntukmeningkatanwawasanakademikdankurikulumnya. Ketiga, kompetensi manajerial. Kompetensi inilah yang menjadi fokus diklat penguatan yang dilaksanakan LPD FKIP Surabaya. Kompetensi ini bertujuan untuk membangun kompetensi manajerial yang belum terasah. Sehingga, setelah kegiatan penguatan kepala sekolah ini selesai, kepala sekolah bisa mengatur institusi yang dipimpin secara baik.

Dalam akhir pidatonya, Bapak Sukadiono menyampaikan pesan kepada para kepala sekolah untuk melaksanakan kegiatan diklat secara serius namun santai. Beliau berharap setelah kegiatan diklat selesai, silaturahmi antar peserta diklat dan LPD UMSurabaya tetap terus terbangun dan Universitas Muhammadiyah Surabaya khususnya FKIP UMSurabaya siap untuk membuka kerjasama dengan para peserta diklat.


Pendampingan Pkm Olahan Mbote Talas Berbasis Online Di Dusun Mangunrejo Wonosalam Jombang

Pendampingan Pkm Olahan Mbote Talas Berbasis Online Di Dusun Mangunrejo Wonosalam Jombang

Category : Berita

Surabaya, 5/10/2019, timpe pelaksana program kemitraan masyrakat yang langsung dikoordiner oleh Asy’ari, S.Pd.,M.Pd dan Ratno Abidin, S.Pd.,S.Pd dibantu oleh 2 mahasiswa Aisyaturra Rodhiyah dan Wildhatus Sholihah R. Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya. Tim pelaksana melakukan pendampingan secara langsung memberikan keterampilan pada olahan mbote talas dengan peralatan yang diberikan mulai dari pengupas mbote, alat goreng, alat pengering minyak, alat press kemasan sebagai persiapan produksi olahan mbote talas seacara higenis dan rasa khas mbote,

Gambar 1. Rencana Pelaksanaan PKM dan Pemberian Alat Produksi

Program Kemitraan kepada masyarakat di Wonosalam dipilih sebagai mitra karena sangat potensial untuk dikembangkan. Potensi Wilayah Kecamatan Wonosalam Dusun Mangunrejo memang sangat relatif banyak produk yang perlu dikembangkan. Dari lingkungan yang menjadi pusat wisata yang mulai dikembangkan maka camilan has wonosalam juga harus bisa diangkat terutama mbote talas yang sebagian orang kurang paham cara mengolah yang tepat untuk menjadi produk bernilai ekonomis. Dengan banyaknya tempat wisata di Wonosalam maka potensi camilan wonosalam menjadi bagian yang harus diupayakan termasuk mbote talas dapat diolah menjadi camilan dengan rasa yang has dan renyah. Wonosalam dengan wilayahnya setrategi menjadikan ruang kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi yang sehingga bernilai ekonomis.

Usaha kipik mbote talas Ibu Kasmi ini menjadi usaha rumahan yang sebelumnya masih relatif kecil dengan produksi manual dengan kapasitas kurang lebih 15 kg perhari produksi dan tergantung pesanan yang kadang relatif banyak. Usaha ini dimulai oleh bu Kasmi berkisaran 2009, yang dirintis secara terus menerus oleh keluarga Ibu Kami sendiri bersama suaminya. Dengan daya upaya yang dilakukan Ibu Kasmi ini mbote karyanya dapat bertahan sampai sekarang. Namun inovasi kripik mbote talas yang diberikan oleh tim PKM ini akan lebih disukai banyak orang dapat dinikmati kerenyahannya dan lebih menarik kemasannya. Olahan keripik mbote talas selain lebih higienis dan menarik, hal ini merupakan jajanan atau camilan dengan harga terjangkau yang merupakan camilan tidak bisa terlupakan oleh banyak orang sehingga keripik mbote talas merupakan salah satu camilan khas yang berasal dari talas. Mbote menjadi camilan sehari-hari yang dikonsumsi oleh banyak kalangan. Mbote dapat dimanfaatkan sebagai camilan khas yang gurih bercita rasa tinggi dan dapat dimakan melalui nasi sebagai lauk.

Gambar 2. Pembuatan Olahan Mbote Talas Wonosalam

Pada program PKM ini ketua tim pelaksana menyampaikan terkait dengan program yang akan dilaksanaakan selama alokasi waktu yang ditentukan. Dalam olahan khas olahan womosalam harus ada terobosan baru agar dapat dikenal oleh banyak orang. Ketika dilihat secara langsung wilayah di Wonosalam banyak potensi yang dapat dikembangkan ke permukaan terutama mbote talas. Masyarakat mengenal mbote talas sebagai makanan yang kadang digodok dan salah satunya dibuat kripik  yang bisa buat camilan sehari-hari. Pada program yang dilaksanakan ini fokus mengembangkan olahan mbote talas sebagai khas camilan Wonosalam Jombang.

Selama pelaksanaan Pendampingan Program Kemitraan Masyarakat oleh tim pelaksana dan didampingi oleh mahasiswa memberikan edukasi kepada mitra sehingga lebih produktif dari sebelumnya. Dalam melakukan pendampingan tim pelaksana menyiapkan semua alat dan bahan dalam proses produksi olahan mbote talas. Dari sekian banyak mbote talas yang disiapkan untuk diolah menggunakan alat seperti alat pemotong atau pengupas, tempat masak, pengering minyak dan alat press kemasan. Lalu di proses sesuai dengan prosedur dan rasanya disesuikan dengan kebutuhan custamer dengan kemasanan yang relatif menarik dan di sukai oleh costumer.

Untuk membuat talas lebih enak, menarik, dan lebih banyak diminati oleh banyak orang maka diinovasikan menyadi kripik mbote talas sesuai dengan selera masyarakat umumnya yaitu rasa yang di siapkan mulai dara rasa original, rasa balado dan rasa sapi panggang. Membut tanaman talas yang sebelunya biasa-biasa saja didesain menjadi lebih nikmat dan disukai banyak orang yaitu dengan cara diinovasikan menjadi kripik mbote dengan rasa original yang memberikan rasa khas renyah untuk dikonsumsi. Disisi yang lain inovasi kripik mbote talas ini akan lebih disukai banyak orang karena kerenyahannya dan lebih higienis, dengan harga yang lebih terjangkau oleh para custamer. Pengembangan produk olahan mbote talas ini di lakukan di mitra Ibu Kasmi Dusun Mangunrejo Desa Carangwulung Wonosalam Jombang Provinsi Jawa Timur.

Gambar 3. Proses Penjualan dengan Para Customer

Dalam pemasarannya terdiri dari dari online  dan Offline dengan varian kemasan yang disesuaikan dengan selera custumer. Pamasaran di online di tawarkan melalui facebook, Instagram dan shopee dengan tampilan yang disesuaikan dengan kondisi kekinian dan diberi deskripsi yang memicu warganet bisa tertarik dengan olahan mbote talas. Kemudian yang offline dilakukan dibeberapa toko dengan diberi wada dan pajang yaitu seperti di kantin, warung makan dan lain-lain. Pada saat ketika pemberdayaan di lingkungan mitra untuk mengenalkan pemasaran online maka dilakukan penyuluhan kepada masyarakat oleh tim pelaksana bersama mahasiswa yang membantu mengkoordiner masyarakat dalam rangka memberikan edukasi mengenala pemasaran online diera revolusi industri 4.0 saat ini.

Pada saat pendampingan melalui pemasaran online yang langsung dipandu oleh pemateri Dziky Ghifary Farhani General Marketing Green Angelica dengan penghasilan diatas 50 juta sebulan langsung memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana memahami pemasaran online dan mempraktekkan secara langsung sesuai dengan arahan pemateri di Hp peserta masing-masing yang didampingi juga oleh tim pelaksana dan mahasiswa. Karena dengan pemasaran online produk yang ditwarkan tidak hanya secara lokal tapi bisa-bisa skala nasional. Karena dieara saat ini pemasaran seacara online lebih simpel dan banyak diminati oleh beberapa custamer.

Gambar 4. Pelatihan Produk Online Bersama Masyarakat Wonosalam

Pendamangan program kemitraan masyarakat olahan mbote talas bebarangan dengan program KKN Regoler yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Surabaya di kecamatan Wonosalam dibeberapa kelurahan sehingga program kemitraan masyarakat ini dibantu oleh mahasiswa prodi pendidikan biologi yang melakukan KKN di daerah mangunrejo. Sehingga sangat dekat dekat dengan program kemitraan yang tim pelaksana kerjakan. Kemudian selama melakukan pendampingan dibantu oleh mahasiswa mulai dari mengupas, mencuci, menyayat tipis-tipis melalui alatnya, menggoreng, memasukkan kedalam pengering endapan minyak dan pengemasan sehingga sangat lebih maksimal pendampingan yang dilakukan (Tim Pelaksana).


Pendampingan Program E-Learning di SD Muhammadiyah 09 Bahari Surabaya

Category : Berita

Surabaya, 3/10/2019. Tim Program Kemitraan Masyarakat yang di koordiner langsung oleh Dr. Peni Suharti, M.Kes dibantu oleh anggotanya Ir. Ruspeni Daesusi, M.Kes, Ratno Abidin dan di bantu oleh Asy’ari, S.Pd.,M.Pd melakukan penerapan e-learning dengan tujuan melatih para guru dari segi keterampilan dan pemahaman dalam mengoprasikan e-learning di SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya. Dengan proses pembimbingan pembelajaran eletronik yang biasa disebut e-learning menjadikan para guru akan terampil menggunakan e-learning dengan siswanya. Maka disisi yang lain program e-learning dapat disimulasikan sangat meyenangkan dan menarik sehingga dapat memberikan motivasi untuk mengetahui.

Gambar 1. Pengantar Ketua Tim Pelaksana Dr. Peni Suharti, M.Kes

Ketua tim pelaksana Dr. Peni Suharti, M.Kes menyampaikan pentingnya menggunakan teknologi informasi di era sekarang tanpa terkecuali. Khususnya pendidikan harus ada upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga menjadi pendidikan yang unggul dan berdaya saing. SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya sudah ingin memulai ikut andil dalam perubahan yang terus berlanjut dengan memulai proses pembelajaran menggunakan e-learning bersama tim pelaksana program kemitraan masyarakat. Ketua tim mempresentasikan tujuan utama pembelajaran e-learning sebagai salah satu upaya memberikan alternatif pembelajaran yang menyenangkan.

Pada pelaksanaan pelatihan e-learning sekolah dasar lansung di falitasi oleh tim pelaksana dan dijelaskan langsung oleh pemateri Sandha Soemantri, S,Pd.,M.Pd mulai dari buat a. Pada awal pelatihan ini memberikan pemahaman secara mendasar untuk menjadikan para guru memahami menggunakan prosedur e-learning secara utuh dengan memberikan arahan memasukkan akun pribadi untuk masuk pada program elearning sebagai media edukasi. Karena guru sebagai salah satu fasilitator harus mampu menfasilisasi siswanya dengan menyiapkan berbagai media pembelajaran yang dapat digunakan saat proses pembeajaran berlangsung

Gambar 2. Pemateri Sandha Soemmantri, S.Pd.,M.Pd

Sebagai upaya cakap teknologi dan menumbuhkan budaya literasi bagi para guru dan anak binaan maka dilakukan pendampingan secara inten dan memberikan pemahan ketika ada kesalahan yang dialaminya di SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya. Dengan semangat guru mengikuti pendampingan e-learning dan menerapkan dalam proses pembelajaran dengan tujuan memberikan alternatif pembelajaran yang menyenangkan. Kemudian di lingkup SD yang menjadi sasaran dalam mengikuti e-learning ada ketentuan umur yaitu: kelas 4 sampai 6 dengan kelas itu anak sudah siap dan dapat mengikuti program e-learning.

Kemudian pada pelaksanaan program kemitraan kepada masyarakat ketua tim pelaksana Dr. Peni Suharti, M.Kes memberikan buku bacaan kepada mitra sebagai upaya membangun budaya literasi. Karena membangun budaya literasi harus dipaksa dalam rangka menjadikan mereka gemar membaca. Sehingga dengan membaca para guru dan anak binaan mampu menjadikan mereka berdaya dan banyak pemahaman. Ketika para guru dan anak binaan banyak pemahaman maka ia dapat membangun kreatifitasnya dan mereka akan menjadi pribadi yang inovatif dan berkembang.

Gambar 3. Simbolis Pemberian Buku Bacaan Oleh Ketua Tim Pelaksana

Pada pelaksanaan pelatihan yang selanjutnya di fasilitasi oleh tim pelaksana yang di jelaskan langsung oleh pemateri Himmatul Mursyidah, S.Si., M.Si dan didampingi sampai para guru memahi menggunakan program e-learning saat pembelajaran. Pemateri menfasilitasi memberikan penambahan pemahaman secara utuh tentang point-point penting didalam elearning salah satu contohnya dijadikan acuan yaitu schoology yang diberiakan kepada para guru dan diberikan cara mengoprasikan mulai dari awal sampai pada bagaimana memasukkan pembelajaran, penugasan/kuis, penilaian dan lain-lain.

Menurut pemateri menyampaikan bahwa cakap teknologi dan menumbuhkan budaya literasi bagi para guru dan anak binaan harus dilakukan pendampingan secara masif dalam rangkan memberikan pembiasaan menguprasikan teknologi bagi mereka sehingga mereka tidak gabtek. Disatu sisi bahwa dari media pembelajaran di SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya yang masih relatif kurang tentu harus ada usaha bagaimana meningkatkan keterampilan menggunakan teknologi salah satunya adalah e-learning sebagai media edukasi. Karena dengan pendampingan tim pelaksana memperdayakan para guru karena mereka menjadi ujung tombak cerdas dan cakapnya seorang anak.

Gambar 5. Foto Bersama Antara Tim Pelaksana dengan Mitra

 Maka diakhir kegiatan selama beberapa waktu pendampingan program kemitraan masyarakat, maka dilakukan acara Wokshop E-learning dengan menjadikan guru tidak sekedar paham teori pembelajaran secara teoritis  tentang e-learning tapi para guru dan anak binaan dapat mengoprasikan secara langsung bagaimana joint penting antara pendidik dan peserta didik joint dengan mengerjakan tugas secara online dan lain-lain yang merupakan bagian dari e-learning salah satunya adalah schoology. Kemudian tim pelaksana melakukan umpan balik antara tim pelaksana dengan para guru-guru terkait pentinya menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran. (Tim PKM)